Doa Setelah Sholat Dhuha Sesuai Sunnah Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Beroda atau membaca doa setelah sholat sangat dianjurkan bagi kaum muslimin. termasuk di dalamnya sholat dhuha. Lalu bagaimana cara shalat dhuha dan bacaan doanya seperti apa?

Sholat Dhuha adalah salat Sunnah yang dilakukan pada pagi hari setelah matahari terbit, yaitu saat matahari terbit minimal setengah tombak, hingga menjelang tengah hari (kira-kira antara pukul 07.00). pagi dan 11:30).

Sholat sunnah dhuha dilakukan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat, masing-masing dengan 2 rakaat sebagai salam.

Ada banyak anjuran Sunnah yang dianjurkan untuk menunaikan shalat ini. Kemudian salah satu dari mereka membacakan doa.

Bagi yang ingin mengaji, kami sajikan bacaan doa setelah shalat Dhuha dalam bahasa Arab, Latin, dan terjemahannya. Mari lihat!

Doa Setelah Sholat Dhuha

Mengutip dari buku Tuntunan Lengkap 99 Sholat Sunah Superkomplet yang disusun oleh Ibnu Watiniyah, berikut doa yang dibaca setelah melaksanakan sholat dhuha:

اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاتُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعَشِرًا فَيَسِرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرَبُهُ وَإِنْ كَانَ قَلِيلًا فَكَثَرْهُ بِحَقِّ ضُحَابِكَ وَبَهَابِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ.

Arab Latin: Allahumma innadd dhuhaa dhuha’uka, wal baha’a bahaʻuka, wal jamala jamáluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ‘ishmata ‘ishmatuka. Allahumma in kâna rizqi fis sama’i, fa anzilhu. Wa in kana fil ardhi, fa akhrijhu. Wa in kana mu’assiran, fa yassirhu. Wa in kana haraman, fa thahhirhu. Wa in kana ba’idan, fa qarribhu wa in kâna qalilan fakats-tsirhu bi haqqi dhuhaika, wa baha’ika, wa jamalika, wa quwwatika, wa qudratika. Åtinî mâ âtaita ‘ibadakash shalihin.

Artinya: “Ya Allah, sungguh waktu dhuha adalah milik-Mu. Yang ada hanya keagungan- Mu. Tiada lagi selain keindahan-Mu. Hanya ada kekuatan-Mu. Yang ada hanya kuasa-Mu. Tidak ada yang lain kecuali lindungan-Mu. Ya Allah, kalau rezekiku di langit, turunkanlah. Kalau berada di bumi, keluarkanlah.

Kalau sulit, mudahkanlah. Kalau haram, gantilah jadi yang suci. Apabila jauh, dekatkanlah. Kalau sedikit, perbanyaklah, dengan hakikat dhuha, keagungan, kekuatan, kekuasaan-Mu. Ya Allah, berikanlah kepadaku apa yang Engkau anugerahkan kepada hamba-hamba- Mu yang saleh.

Kemudian, dilanjutkan dengan membaca:

اللَّهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكَ أُقَاتِلُ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَى إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Arab Latin: Allahumma bika ushawilu, wa bika uhawilu, wa bika uqâtilu. Rabbighfir li, warhamni, watub ‘alayya. Innaka antat tawwabur rahim.

Arab Latin: Tuhanku, dengan-Mu aku bergerak. Dengan-Mu aku berusaha. Dengan-Mu, aku berjuang. Tuhanku, ampunilah segala dosaku. Turunkan rahmat-Mu kepadaku. Anugerahkanlah tobat-Mu untukku. Sungguh Engkau maha penerima tobat, lagi maha penyayang.” (Dibaca 40 atau 100 kali)

Tata Cara Sholat Dhuha

Tata sholat dhuha pada umumnya sama dengan pelaksanaan sholat sunnah lainnya, yang membedakan hanya pada niat dan surah yang dianjurkan setelah membaca surah Al-Fatihah.

Pada rakaat pertama disarankan membaca surah As-Syams, sedangkan pada rakaat kedua disarankan membaca surah Ad-Dhuha.

Meskipun demikian, boleh juga menggantinya dengan surat lain seperti Al-Kafirun atau Al-Ikhlas. Untuk lebih jelasnya, simak tata caranya berikut ini yang dilansir dari laman Nahdlatul Ulama:

  1. Membaca niat:
    أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
    Arab Latin: Ushallî sunnatad dhahâ rak’ataini lillâhi ta’âlâ.
    Artinya: “Saya niat sholat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah ta’ala.”
  2. Takbiratul ihram
  3. Membaca surah Al-Fatihah dan dilanjut surah As-Syams
  4. Ruku
  5. I’tidal
  6. Sujud pertama
  7. Duduk di antara dua sujud
  8. Sujud kedua
  9. Berdiri dan masuk rakaat kedua Membaca surah Al-Fatihah dan dilanjut surah Ad-Dhuha
  10. Ruku
  11. I’tidal
  12. Sujud pertama
  13. Duduk di antara dua sujud
  14. Sujud kedua
  15. Berdiri dan masuk rakaat ketiga
  16. Membaca surah Al-Fatihah dan dilanjut surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas
  17. Ruku
  18. I’tidal
  19. Sujud pertama
  20. Duduk di antara dua sujud
  21. Sujud kedua
  22. Duduk tasyahud akhir
  23. Salam
  24. Setelah salam terakhir, lanjutkan dengan membaca doa seperti yang dipaparkan sebelumnya.

Keutamaan Sholat Dhuha

Sholat dhuha memiliki berbagai keutamaan dalam Islam. Masih dari buku yang sama, berikut keutamaan sholat dhuha:

1. Dicukupi Kebutuhannya

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman, Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat pada awal hari, maka Aku akan mencukupimu pada sore harimu.”

2. Diganjar dengan Rumah di Surga

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang mengerjakan sholat dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya sebuah istana yang terbuat dari emas di surga.” (HR Ibnu Majah)

3. Mendapat Pahala Haji dan Umrah

Dari Anas ra., ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa mengerjakan sholat Fajar (Subuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia mengerjakan sholat dua rakaat (dhuha), niscaya ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna.”

4. Diampuni Dosa-dosanya

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menjaga sholat dhuha, maka dosa-dosanya diampuni, walaupun dosanya itu sebanyak buih di lautan.” (HR at-Tirmidzi)

5. Diberikan Kedudukan di Sisi Allah SWT

Allah SWT memberikan kedudukan yang istimewa bagi orang-orang yang mengerjakan sholat dhuha berdasarkan jumlah rakaatnya.

Dari Abu Dzar ra, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila engkau mengerjakan dua rakaat sholat dhuha maka engkau tidak dicatat sebagai hamba yang lalai, atau empat rakaat maka engkau akan dicatat sebagai hamba yang muhsinin (berbuat baik), atau enam rakaat engkau akan dicatat sebagai hamba yang taat, atau delapan maka engkau akan dicatat sebagai hamba yang juara (sukses), atau sepuluh rakaat maka pada hari ini dosamu tidak dicatat, atau 12 rakaat maka Allah akan membangunkan rumah di surga.”

Demikianlah doa yang dianjurkan untuk dibaca setelah melaksanakan sholat dhuha. Semoga bermanfaat, ya! (mA|religi)

Tinggalkan komentar

Share to...